Daily Snippet

Air..air

Melewati jalan alternatif memang menjadi pilihan ketika jalan raya macet. Tapi biasanya jalan alternatif di Surabaya, atau Sidoarjo-ya, saya berbicara tentang my commuter with motorcycle-relatif sempit, hanya beberapa yang lebar dan ujung-ujungnya pasti menyempit.

Di jalan yang sempit itu-pun terkadang macetnya minta ampun. Salah satunya karena para penjual air. Penjual air ini ada yang sudah dikayuh (sepeda), ada yang masih didorong, lambat. Dan biasanya memakan badan jalan karena muatannya berupa barisan 2 ‘dirijen’, mungkin berisi 1 galon atau lebih. Motor mungkin tidak masalah untuk mendahului tapi mobil harus bersabar menunggu arah lawan sepi, which is rarely happen.

Inti dari keluhan manusia yang harus bersabar menunggu di belakang penjual air ini pasti “Kenapa ini terjadi pada saya?”. Apa yang terjadi mungkin, ini hanya mungkin, karena Pemerintah-watch..saya mulai mengkritik-tidak berhasil menyediakan air bersih untuk warganya.

Coba saja di rumah-rumah sudah tersedia air kran yang bisa langsung diminum, atau minimal layak untuk dikonsumsi. Pasti para penjual air ini akan mempertimbangkan untuk pindah ke karir yang lain.

Untuk Surabaya yang lokasinya dekat laut, mungkin warganya sudah mempertimbangkan untuk mencoba teknologi desalinasi. Tapi hanya dengan melintasi selat Madura melalui jembatan Suramadu atau pergi ke Pantai Kenjeran kita pasti langsung emoh melihat kualitas air laut-nya.

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s