Daily Snippet, Islam

Rebel

Suatu hari Imam Ahmad Hambali rahimahumullah didatangi oleh para
fuqaha-ahli fiqih-Baghdad untuk meminta fatwa. Imam Ahmad bertanya
“Apa yang kalian inginkan?” .Mereka berkata “Kita ingin bermusyawarah
denganmu wahai Imam Ahmad yaitu bahwasanya kami telah sepakat untuk
tidak meridhai kekuasaan khalifah”. Pada saat itu paham Jahmiyah
berhasil menjadi paham negara. Salah satu ajarannya yang kufur adalah
menganggap Al-Quran adalah makhluk. Siapa yang tidak sepaham dengan
ajaran ini ancamannya akan dicambuk atau dipenjara. Dan Khalifah
Al-Ma’mun sudah terpengaruh oleh ulama-ulama Jahmiyah. Suatu hal yang
berbeda jauh keadaannya dibandingkan khalifah pendahulunya, yaitu
khalifah Ar-Rasyid yang melarang ajaran Jahmiyah ini.

Pendapat Imam Ahmad “Wajib bagi kalian untuk mengingkari dengan hati.
Jangan kalian memberontak atau keluar dari kepemimpinan Al-Wahid
(khalifah). Jangan kalian terpecah belah, dan jangan kalian tumpahkan
darah kalian sendiri dan darah kaum muslimin. Dan supaya kalian
perhatikan akibat buruknya pada waktu yang akan datang”. Mendengar
fatwa tersebut para fuqaha menjadi tenang dan pergi dari Imam Ahmad.

Imam Ahmad dengan tegas menolak pemberontakan tersebut karena
menimbang akibat dari pemberontakan tersebut maslahat atau
kerusakannya jauh lebih besar daripada bersabar dengan kepemimpinan
khalifah. Tentu saja harus mengingkari dalam hati.

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s