Islam

Kisah Roti di Idul Fitri

Kisah ini adalah oleh-oleh dari kajian ahad pagi kemarin oleh Al-Ustadz.Abu Umar Basyir dengan tema ‘Keluarga SAMARA (Sakinah, Mawaddah, Warahmah)’.

Ada seorang Ustadz ternama di suatu negeri. Ketika hari Idul Fitri tiba, Ustadz tersebut mendapat giliran khotbah. Sebelum berangkat istri Ustadz tersebut memberitahukan kalau tidak ada persediaan tepung lagi di rumah.

Dalam perjalanan menuju sholat Ied sang Ustadz-pun bingung. “Bagaimana ini, di Hari Raya seperti ini tidak ada tepung?.”. Tetapi show must go on. Sang Ustadz-pun menjalankan tugasnya berkhotbah.

Tetapi di tengah-tengah khotbah sang Ustadz menyampaikan hal yang agak di luar tema. “Oleh karena itu wahai kaum muslimin, sebelum hari raya tiba, sediakanlah tepung di rumah kalian.”. Para jama’ah pun heran mendengar khotbah yang di luar biasanya.

Walhasil setelah mendengar khotbah tersebut dan pulang ternyata banyak jama’ah yang penasaran dan ingin tahu ada apa. Mereka-pun berdatangan ke rumah sang Ustadz. Dan yang datang-pun lebih banyak dari hari raya – hari raya sebelumnya.

Akhirnya sang Ustadzpun tiba di rumahnya. Ia kaget karena tamunya banyak sekali. Tetapi roti yang dihidangkan juga banyak. Dia menemuinya istrinya dan bertanya “Darimana roti sebanyak ini?. Tadi sebelum berangkat kau berkata tidak ada tepung di rumah?. “.

Istrinyapun mengatakan bahwa dia hanya menunjukkan kepada suami bahwa jika ada hal-hal yang terjadi entah itu masalah atau perkara yang baik maupun buruk di dalam rumah, maka akan terbawa kemanapun suami itu pergi. Itu yang menyebabkan khotbah sang Ustadz jadi ikut terpengaruh kehidupan rumah tangganya.

Standard

3 thoughts on “Kisah Roti di Idul Fitri

  1. dhana says:

    Assalamu’alaikum..
    Ustadznya jadi kurang konsen ya?^^ tapi emang sih, kebanyakan orang kalo ada masalah di rumah sering kebawa keluar (dalam arti mempengaruhi mood dan performance^^).

  2. anangbakti says:

    Wa’alaikumussalam warohmatulloh

    Ini kisah yang cukup berkesan bagi saya dan menjadi contoh agar sebisa mungkin menyelesaikan masalah rumah tangga sebelum berangkat kerja (jika berumah tangga kelak). InsyaAllah.

  3. Hehehe… Cerita yang menarik.
    Kali pertama aku membacanya ada satu yang aku ingat: Semua perkataan seseorang mengandung sebuah konsekuensi -entah baik maupun buruk. Jadi, hati-hatilah dalam berucap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s