Daily Snippet, Islam

Air. Jamrud Biru yang berpahala.

TV 54 20080727 142329

Snapshot diatas diambil dari acara World From Above di Metro TV. Subhanallah ada kebun dan lahan gandum di tengah-tengah padang pasir yang tandus. Letaknya di Jordania. Jika dipikir secara logika tidak mungkin tanaman bisa tumbuh subur.

Darimana airnya?. Padahal tidak ada sungai bahkan aliran irigasi di sekitarnya. Ternyata airnya didapat dari suatu lapisan dari dalam tanah yang terbentuk jutaan tahun lalu. Boleh dibilang air primitif, jadi merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbarui.

Tidak jelas dimana letak sumber air tersebut dipompa dan bagaimana. Letaknya mungkin ada di tengah-tengah lingkaran tersebut.

Kebun tersebut membantu rakyat Jordan dari ketergantungan gandum negara lain.

Ada juga cerita dari Israel. Para peneliti disana berusaha membuat hutan di padang pasir yang tandus. Pohon-pohon ditanam rapi berpetak-petak dengan luas ribuan hektar. Mereka mendatangkan berbagai macam jenis pohon dari seluruh dunia yang dapat beradaptasi dengan air payau yang dipompa dari dalam padang pasir tersebut. Pohon-pohon yang hanya membutuhkan beberapa kubik liter air per tahunnya. Yang favorit adalah suatu jenis kaktus berbuah kuning dan mengandung air di dalamnya.

Para peneliti itu mengatakan tujuan mereka membuat hutan adalah untuk mendinginkan tanah. Jika tanah telah dingin maka itu akan memanggil awan hujan. Tanah yang subur pun akan terbentuk untuk kemudian memperluas hutan dan mengurangi global warming. Pohon adalah elemen penting untuk mengurangi dampak global warming. Jika sepertiga bumi adalah hutan, kita tidak perlu khawatir terhadap global warming, begitu kata mereka.

Tapi mereka juga sadar tidak semua padang pasir bisa disulap menjadi hutan. Di dalam alam ada keseimbangan. Untuk merubah gurun Sahara menjadi hutan juga diluar kekuasaan mereka.

Kenapa saya menyebutkan judul air, jamrud biru yang berpahala?. Ya, karena air di bagian dunia lain adalah barang langka. Yang hanya turun melalui hujan dalam waktu 2 bulan, setelah itu musim kering kembali. Walaupun begitu masih tetap dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam bawang.

Berpahala karena jika kita mengolah air dengan baik dan bersedekah dari apa yang kita hasilkan dari pengolahan air tersebut maka Allah akan menolong kita. Seperti disebutkan dalam hadits riwayat Muslim berikut ini.

Dan dari Abi Hurairah radiyallahu’anh ia berkata : Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda : “Ketika seseorang berada di sebuah padang luas, tiba-tiba ia mendengar suara dari sebuah awan, ‘Siramilah kebun si fulan’. Lalu awan itu menjauh, kemudian mencurahkan airnya di tanah bebatuan hitam. Ternyata ada satu saluran air dari saluran-saluran itu yang telah penuh dengan air, maka dia menelusuri air itu, ternyata ada seorang laki-laki yang berada di kebunnya sedang memindahkan air dengan cangkulnya.

Maka ia berkata kepada orang itu : ‘Wahai Hamba Allah! Siapakah nama anda?’. Orang itu menjawab: ‘Fulan’, nama yang didengarnya dari awan. Orang itu balik bertanya kepadanya : ‘Wahai Hamba Allah! Mengapa anda menanyakan namaku?’. Ia berkata : ‘Aku mendengar pada awan yang ini adalah airnya sebuah suara yang mengatakan : ‘Siramilah kebun si Fulan’, yaitu nama anda, apa yang anda perbuat pada kebun ini?’.

Ia menjawab : ‘Karena anda telah mengatakan ini maka aku akan mengatakannya, sesungguhnya aku memperhatikan pada apa yang dihasilkannya, lalu sepertiganya aku sedekahkan, sepertiga lagi aku makan bersama keluarga, dan sepertiga lagi aku kembalikan ke kebun ini’.” (Diriwayatkan oleh Muslim).

Sungai yang dibuatkan saluran airnya juga dapat menjadi amal dan kebaikan seorang mukmin yang akan dijumpainya setelah kematian. (Riwayat Ibnu Majah dalam Shahih Ibnu Majah oleh Al Albani).

Dan Sa’ad bin Ubadah radiyallahu’anh ia berkata : Aku berkata : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, sedekah yang bagaimana yang paling utama?” Beliau bersabda : “Air.” Lalu ia menggali sumur, lantas ia berkata : “Sumur ini adalah milik ibu Sa’ad.” (Hadits Hasan riwayat Abu Daud, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Nasa’i).

Dan dari Jabir radiyallahu’anh bahwasanya Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa yang menggali (sumur) air, tidaklah makhluk dari jin, manusia, tidak juga burung yang meminum darinya melainkan Allah memberinya pahala pada hari kiamat.” (Riwayat Ibnu Hibban. Shahih dalam Shahih at Thargib oleh Al Albani).

Dan dari Ali bin al Hasan bin Syaqiq, ia berkata : Aku mendengar Ibnu al Mubarak saat ditanya seseorang : “Wahai Abu Abdarrahman, luka bernanah keluar pada lututku semenjak tujuh tahun, aku telah mengobatinya dengan beragam pengobatan dan telah berkonsultasi kepada beberapa dokter namun aku tidak mengambil manfaat dengannya.”

Abdullah berkata : “Pergilah, dan lihatlah sebuah tempat yang orang-orang disana membutuhkan air, lalu engkau menggali sumur disana, karena aku berharap disana muncul mata air dan (itu bisa) menahan (keluarnya) darah darimu.” Maka orang itu pun melakukannya dan ternyata sembuh. (Ensiklopedi Pahala, bab Shadaqah, oleh Syaikh Syarafuddin bin Khalaf ad-Dimyati).

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s