Daily Snippet, Islam, My Family

Visiting Ghamal at Gontor II

Pertama kali memasuki Gontor II suasananya seperti sekolah-sekolah lain. Padahal ini pondok pesantren. Hanya yang saya anggap ruangan kelas ternyata adalah asrama. Banyak sekali tulisan-tulisan penyemangat ditulis besar-besar di tembok. Jadi teringat waktu dulu di asrama tentara Yonif Linud 503 Mojosari dulu. Alunan mp3 murottal pun mengalun lewat pengeras suara.

Untuk penerimaan santri baru akan diberi waktu adaptasi selama 1 bulan untuk membiasakan diri dengan kehidupan ma’had. Setelah itu akan diadakan tes penempatan. Calon santri paling berprestasi langsung ditaruh di Gontor I, selanjutnya Gontor II, masih di Ponorogo juga. Kemudian Gontor III di Kediri, Gontor IV di Banyuwangi, dan terakhir Gontor V di Semarang. Tapi tidak selamanya santri yang ditempatkan di Kediri misalnya, akan disana terus, karena jika berprestasi akan ditempatkan kembali di Gontor I. CMIIW.

Ma’had ini mempunyai semboyan tegak di atas semua golongan. Dan ini adalah tahun pertama Ghamal, adik saya mondok. Kelas 1 SMP. Jadi inget Harry Potter pertama kali ke Hogwarts. //Jauh amat mbandinginnya. Ini foto-foto oleh-oleh dari sana.

IMG 1116IMG 1115Kamar mandi memanjang. Yang ini khusus untuk tamu. Ada banyak lagi yang lain. Urusan cuci baju juga disini. Untuk mengeringkan disarankan membawa jepit. Di bulan Juni-Juli ini angin bertiup kencang.

Disini hampir tidak mengenal kata setrika. Langsung pakai kalo udah kering. Kecuali bagi yang memilih laundry atau yang sering dikunjungi keluarganya bisa nitip.

Para santri dibangunkan jam 4 pagi. Mandi untuk bangun shalat Subuh. Mungkin ini yang dianggap terberat bagi yang belum terbiasa. Akhirnya di kelas pada ngantuk. Dan seterusnya penuh dengan kegiatan sampai akhirnya tiba waktu tidur kembali jam 10 malam.

Di samping kanan foto ini terdapat kelas-kelas. Kelasnya lebih sederhana daripada asramanya. Tapi saya lihat juga ada beberapa ruangan kelas yang sudah berkeramik. Semua tentang fasilitas, ya karena saya tidak pernah mondok sih hi hi…

IMG 1118

IMG 1119

Waktunya sholat Dhuhur. Disini jadwal sholat Dhuhur mengikuti jadwal pelajaran. Sekitar jam 12.30. Artinya tidak mengikuti jadwal shalat abadi. Para santri pun berduyun-duyun menuju masjid Jami’.

Setelah sampai di masjid beberapa ustadz mengatur barisan anak-anak agar lurus dan rapat. Sambil menunggu iqomat, pujian pun dilantunkan. Ya, seharusnya memang tidak perlu.

IMG 1120Selepas shalat Dhuhur saya agak heran melihat tas-tas kecil hijau yang bergeletakan di serambi masjid. Tas-tas itu bertuliskan nama-nama para santri.

IMG 1122Baru saya tahu kalo itu tas untuk sandal. Tiap angkatan punya warna berbeda. Kirain tas untuk buku. Ternyata tas untuk buku ada sendiri. Warnanya item.

Sepeda ‘jengki’ yang terlihat disini digunakan para ustadz. Mereka akan kembali mengajar menggunakan pakaian kantoran dengan jas berdasi dan sepatu mengkilat (wuik..kantorku aja kalah) sambil naik sepeda ‘jengki’ ke kelas. Heran, padahal kompleksnya tidak terlalu besar.

Waktu habis sholat Dhuhur ini adik saya menemukan sebuah sajadah jatuh. Ceroboh sekali anak-anak kecil itu. Tapi Ghamal juga kehilangan sajadah juga sih. Untuk alasan itu pakaian2nya semua dibordir dengan namanya sendiri agar ketika dijemur tidak tertukar.

IMG 1129Nah, ini kantinnya. Sederhana ya?. Ada beberapa kantin terletak tersebar disana. Saya mengantri beli makanan dengan santri-santri muda itu.

Bukan mengantri sebenarnya tapi berebut pingin dilayani duluan. Kalo siang memang rame kata Ghamal. Tapi kalo pagi sepi. Hampir 15 menit lebih saya menunggu dilayani. Gak mau kalah deh sama anak-anak itu.

OK segitu dulu, mengantuk sekali. Sukses buat Ghamal, semoga berguna ilmumu kelak.

Standard

37 thoughts on “Visiting Ghamal at Gontor II

  1. dhana says:

    waah.. jadi inget saya hampir dimasukin Gontor thn 1993 sama ortu.. tapi waktu itu saya nangis2 gak mau karena takut dgn cerita orang kalo pesantren itu ‘bgini-bgitu’.. ck3x *ngerasa bego*.
    smoga adiknya bisa jadi pejuang Islam yg bertakwa dan berilmu..🙂

  2. anangbakti says:

    FYI all, my little brother Ghamal Alhamdulillah udah lulus penempatan dan akan mondok di Gontor II.

    Terimakasih doanya sekalian,

  3. Rosila - Kuala Lumpur says:

    Salam. Anak saya kepingin belajar di Gontor. Kami ingin melawat dulu pasentren ini. Bolehkah berikan alamat lengkap dan adakah saya perlu menaiki pesawat dari Kuala Lumpur, langsung ke Solo Airport. Begitu ke caranya atau ada cara lain kalau saya datang dari Kuala Lumpur, Malaysia. Terima kasih kalau bisa bantu.

    Yth. Ibu Rosila, alamat pendaftaran adalah di Gontor II letaknya di Desa Madusari, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. Untuk info lebih lanjut Ibu bisa melihat situsnya langsung di gontor.ac.id. Untuk penerbangan dari KL ke Solo bisa menggunakan AirAsia. Info lebih lanjut ada di sini. Terimakasih. Semoga membantu.

  4. niken says:

    ank sy awal juni kmrn br msk bimbingan di gontor 2. tp br aja sy denger berita klo dia sakit. aduh..hati ini was2 jadinya. bpknya lgs nengok kesana. sy cuma bisa mendoakan, smoga dia cpt sembuh, dan bisa segera mengikuti pelajaran lagi. amin.

  5. ass.,.,.,.,saya mantan siswa gontor 2 .,.,.,.,
    saya mau nompang tanya.,.,., santri yang bernama ; yahya alam syah ..,.,.,.,anak semarang .,.,.,di gedung dekat tempat ambil air minum .,.,.,.,.,tahun ajaran 2007-2008 lulus ke gontor mna ? saya kakak nya dari padang .,.,.,., udah lama gak ada dapat kabar dari dia .,.,.,.,. mohon bantuannya ya .,.,.,., kalau ketemu bisa di kasih tau ke no 081374480190

    trima kasih banyak

    mohon bantuannya

    taufiq rahman umar

    gedung utama

    kamar 108

  6. ternyata sayatak dapat kebahagian selain di gontor

    karna saya mendapat adik yang bernama ; yahya alamsya

    dan mendapatteman yang ok .,.,.,

    bina ; bandung

    husain ; bali

    febri ; bandunk

    jajang ; cilacap

    afif; nangro aceh dan banyak yang lain .,.,.,

    emang penyasal;an datang belakangan .,.,.,.,.,

    semoga kalian tak sama seperti saya .,.,.,.

    lanjutkan perjuangan kalian

    bersemanget lah kalian .,.,.,

    harapan orang tua terletak pada kalian

  7. anangbakti says:

    Last update:
    Thn. ajaran 09/10 ini Ghamal mulai mempelajari arab gundul. Mengeluh deh.Saya juga baru tahu kalo handuknya ganti dengan kanebo. Jadi praktis, habis pakai langsung bungkus. Sakit gatal di kulit kakinya juga mulai berkurang.

  8. ass.,.,.,.

    saya mau tanya keadaan adek saya yang bernama yahya alamsyah .,.,.,.

    kemarensaya udah tanya .,.,.,., jadi apa dan lulus ke mana dia ?

    saya mohon kalo dapat kbr tlg suruh dia tlp saya

    no hp saya

    081374480190

    pada yang tau dengan kbr nya tolong bri tau ke no hp tersebut

    trima kasih

  9. anangbakti says:

    buat Pak Taufiq,mohon maaf baru memberi kabar,adik saya di gontor tdk mengetahui adik Bapak. Jadi saya cuma bisa menyarankan untuk membuka alamat gontor.ac.id. disitu ada link kontak utk menghubungi pengurus gontor.

  10. Ummu Tsabit says:

    Salam. Sebagai ibu, hati saya rasanya ‘gimanaa, gitu..’ setelah lihat Gontor 2. Akhirnya, benar benar saya SANGAT tidak menyesal menitipkan putra kami tercinta di sana. Ada yang mau share ??? email saya : ekakoesnan@yahoo.co.id. Thanks kang anang..

  11. Terimakasih kembali Ibu Ummu Tsabit sudah berkunjung ke blog saya. Semoga anak Ibu terus diberi kemudahan Allah. Sekarang ini adik saya sedang ujian lisan setelah sebelumnya ada semacam try outnya. Jadi tambah kurus aja. Tapi setelah itu tanggal 24 Februari libur semester selama 1 bulan.

  12. hahaha,aslinya kangen bgt ma masjid di gontor 2
    oh ia perkenalan dlu dech,saya anton capel waktu di gontor 2,
    aslinya enak dan damai dsana…
    ga ada pusing mkir dunia luar
    emak sech peraturan dsana banyak bgt,ya tpi jgn ditanya pasti jawaban dari ustad nya “KNAPA PROTES,PULANG!!!!”
    pasti gtu,tpi jalanin aja,karna peraturan yg dibuat pasti ada hikmahnya hehehe
    aslinya jadi kangen bgt,btw masih ada ga ya tanda tangan saya di atas kubah masjid gontor 2,sewaktu lagi benerin toa bareng dgn ustad usep…
    hehehheh

  13. oh ia minta no tlp para ustad dsana donk
    terutama
    ustad oni
    ustad usep
    ustad iwan
    pgn kembangin bisnis dsana soalnya
    pokoknya syapa aja di bagian pengasuhan santri gontor 2 ya heheh

  14. Muchlis says:

    Assalamualaikum,

    Salam kenal, anak saya saat ini sedang menjadi capel di Gontor 2…minggu lalu saya baru pulang dari sana buat melihat kondisi anak saya…
    Alhamdulillah dia sudah mulai betah, setelah pulang saya jadi mikir kalau saya masih seumuran anak saya, saya juga pengen sekolah disana karena memang sistem di sekolah itu bagus…tapi tetap masih ada yang perlu diperbaiki seperti ustad2 nya yang jarang senyum dan mengucapkan salam bila bertemu dengan orang lain seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW….terima kasih, wasalam.

    • Wa’alaikumussalam Pak Muchlis,

      Alhamdulillah ikut senang anak anda bahagia disana,
      Saran anda memang baik sekali dan sesuai sunnah Nabi Shalallahu’alihi wasallam, semoga saran anda yang didengar oleh para ustadz disana.

      Tapi kalo saya boleh menanggapinya sebagai outsider Gontor 2 khususnya, mungkin karena di dalam lingkungan Pondok, jadi sikap para ustadz harus menyesuaikan dengan lingkungan pendidikan. Karena mereka sendiri juga dinilai, dan selayaknya berkonsentrasi fokus menjadi seorang pengajar.
      Mohon koreksinya jika saya salah.

      Nabi sendiri dalam berbagai perannya dalam masyarakat selalu menjadi teladan. Baik itu sebagai seorang Ayah, seorang Kakek, seorang pedagang, seorang pemimpin umatnya, seorang panglima Perang, tidak ketinggalan juga memberi banyak teladan sebagai seorang pengajar atau guru. Diantara contohnya beliau di dalam setiap kajian selalu memandangi para sahabat. Bahkan jika Nabi sedang duduk dan ada sahabat yang bertanya sesuatu sambil berdiri beliau mendongakkan kepalanya ke atas untuk memandang sahabat tersebut. Bagi para penuntut ilmu pun begitu juga, tidak hanya syukur dapat mendengar tapi juga dapat memandang ustadznya.

      Sunnah lain adalah berlomba-lomba mendapat barisan terdepan bagi penuntut ilmu, bukan sebaliknya.

      Ada seorang sahabat yang begitu datang langsung berkata “Ya Rasul, saya datang untuk menuntut ilmu”, Nabi-pun membalas “Marhabban wahai penuntut ilmu”. Sunnah ini memberi contoh bagi kita untuk selalu menyambut para penuntut ilmu, terutama yang tidak pernah dikenal. Tujuannya agar penuntut ilmu merasa betah dan lebih giat menuntut ilmu.

      Kalo boleh tahu nama ananda-nya siapa? mungkin jika jodoh bisa bertemu.

  15. saya orang tua santri berpendapat
    semoga anaksaya semakin hari semakin kuat hatinya untuk menuntut ilmu di gontor ini, karena diawal masuk sempat goyang pendiriannya. Semoga

  16. subhanallah…semua berkisah ttg gontor. izinkan saya juga mengisahkan adik saya. Dia sangat berminat ke gontor 7 tahun lalu, lulus SD langsung ingin sekolah di gontor. Kondisinya yang kena asma memberatkan ibu saya untuk memberi izin mondok dengan aktivitas yang sangat padat. Adik saya memaksa, akhirnya bapak ibu mengizinkan juga. Atas izin allah, asmanya hilang. Subhanallah…tanpa keluhan melewati 6 tahun nyantri di gontor 1, sempat jadi tim keamanan OPPM saat kelas 5. sekarang memasuki tahun kedua mengabdi di gontor 2, aktivitasnya kuliah di ISID, mengajar dan staf KMI di gontor 2.

    Keluarga besar gontor bisa membaca buku Negeri 5 Menara yang mengisahkan tentang gontor dan semangat beberapa santrinya..

  17. fardan says:

    haduuh kangen suasana di gontor🙂

    aku juga udah nggk kenal2 lagi ma temen2ku ..
    klo ada yang inget aku fardan ..
    masuk kira2 angkatan tahun 2003🙂
    🙂

  18. Pingback: Visiting Ghamal at Gontor II | ceritagontor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s