Daily Snippet

Saatnya nambal gigi

Sebelum lebaran idul fitri kemarin saya siap-siap menyambut makanan yang lezat-lezat. Salah satunya dengan menambal gigi geraham saya. Gigi yang mau saya tambal itu sebenarnya dulunya sudah ditambal. Memakai bahan seperti logam berwarna perak.Tapi karena menggigit makanan yang keras akhirnya jebol deh tambalannya, menyisakan lubang ‘deep impact’ yang cukup ngeri. Sebelum ke dokter gigi saya sudah membayangkan bor yang berbunyi nyaring, bekerja memberantas kotoran-kotoran di lubang dan sesekali menyentuh saraf gigi, ngiiiiiiing…., dan memang terjadi.

Sang dokter mengatakan untung belum terlambat periksanya.Karena kalo sudah terlihat akar gigi akan lebih lama lagi perawatannya. Gigi itupun ditambel sementara untuk kemudian seminggu lagi ditambal permanen.

Sang dokter juga memeriksa seluruh gigi saya. Hasilnya ada lubang kecil di gigi taring kiri atas. Mana ane tau kalo ada lubang disana?di atas sih. Apalagi ga pernah ada keluhan sakit. Kemudian gigi itupun sekalian ditambal permanen. Kali ini menggunakan bahan seperti pasta berwarna putih. Tapi bukan putihnya odol, tapi mungkin lebih ke putih gading.

Tapi setelah melihat hasilnya memang mirip dengan warna gigi aslinya (ketauan ya kalo giginya ga terawat, kuning, penuh dengan plak, makanya buat adik-adik yang masih kecil rajin-rajin deh sikat gigi).

Setelah pasta dioleskan ke gigi yang berlubang, dokterpun melanjutkan penyinaran menggunakan alat berbentuk pistol sinar . Sinarnya berwarna ungu. Penyinarannya seperti ada ukuran waktunya, karena saya mendengar bunyi tiit kemudian dokterpun menyudahi penyinaran tersebut.

Setelah selesai semuanya saya bertanya apa gunanya sinar itu, jawab dokter sih buat merekatkan pasta ke pori-pori. Jadi bukan hanya menambal saja tapi juga nempel ke pori-pori gigi atau geraham yang tersisa di sekitar lubang. Ooo gitu.

Karena saya menambal malam hari setelah taraweh, dokter menyarankan agar kalo mau makan nanti saja nunggu sahur. Sekalian memberi waktu untuk tambalan sementaranya kuat. Kalo tambalan permanennya mah kuat, bisa langsung dibuat makan.

Setelah seminggu kemudian, ditambal permanen deh. Prosesnya sama juga pake sinar. Tapi saya kali ini menyempatkan juga mengeluh tentang bagian luar gigi yang terasa sengkring –sengkring gitu-lah istilahnya, ngilu, kalo buat minum air dingin ato buat kumur.

Setelah dokter memeriksa katanya saya salah sikat giginya. Salahnya waktu sikatan, geraham atas saya juga saya sikat dengan arah ke atas. Lama-lama gerahamnya kalah dan menyibakkan.. halah..pokoknya membuat akar gigi atas terlihat sedikit. Akar gigi itulah yang membuat ngilu. Saya disarankan untuk menambal permanen bagian yang terlihat akar giginya tersebut. Ya udah, keluar deh duit 100 ribu lagi. Selesai masalah tambal menambal. Makanpun jadi lebih nyaman.

Standard

2 thoughts on “Saatnya nambal gigi

  1. erlin says:

    Hai, aku jg lg nunggu proses dr tambal gigi sementara.ke tambal permanen, sama dokternya disuruh nunggu 2 minggu. Kalau boleh tau, biaya tambal permanen gigi gerahamnya berapa ya? Makasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s