Daily Snippet

Perjuangan konco plek [Part2]

Ok, nyambungin ceritanya tentang Budi. Budi ini gay. Waktu kuliah dia "pacaran" dengan teman kuliahnya. Tetapi dia juga sadar, dia tidak bisa selamanya seperti itu. Seneng kok sama laki’.

Yang membuat dia sadar adalah dia anak tunggal. Dia harus meneruskan keturunan. Sementara keluarganya tidak ada yang mengetahui kalo dia punya kelainan. Perjuangan Budi untuk meninggalkan dunia hitam itulah menurutnya yang terberat.

Sampai lulus kuliah dan kerja dia belum meninggalkan "pacar"-nya itu. Sampai suatu saat bulat keputusannya untuk berubah. Mengetahui hal itu "pacar"-nya itu pertama tidak terima. Sering meneror dan lain-lain.

Budi-pun meninggalkan pekerjaan dan menemui seorang ustadz. Alasan dia meninggalkan pekerjaan adalah dia tidak akan kuat godaan dan tekanan batin jika  tetap bekerja disitu. Akhirnya dia memutuskan mondok di pondok pesantren sang ustadz. "Pacar"-nya pun akhirnya meninggalkan dia. Mungkin karena dipikir sudah tidak ada harapan lagi. 

Setelah tiga tahun mondok Budi-pun kembali menjadi lelaki sejati. Pada usia 26 tahun, dia kembali mencari pekerjaan. Dan akhirnya Budi menikahi seorang santri putri dari pondok tempat dia mondok. Sampai dia menikah, keluarganya masih belum mengetahui masa lalu Budi yang hitam kelam tersebut.

Well, semuanya happy ending. Perjuangan mereka telah berhasil karena usaha dan do’a. Memang sudah ditakdirkan Allah seperti itu. "… Segenap pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering" [H.R Tirmidzi].

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s