Islam

Ada yang lebih berbahaya dari Qiyadah Islamiyah?

Sebenarnya topik kajian yang saya ikuti rabu kemarin di Al-Amin adalah tentang tauhid, seperti tauhid uluhiyah, rububiyah, dan asma’ wassifat. Yang mengisi adalah ustadz Abdullah Toyib As-salafy. Tetapi sebagai topik yang lagi hangat-hangatnya, disentil juga sedikit tentang ajaran Qiyadah.

Banyak khalayak ramai mengatakan bahwa ajaran Qiyadah sesat karena ada orang yang mengaku-ngaku sebagai Nabi dan telah menerima wahyu. Orang yang seperti ini sudah ada sejak jaman Nabi shalallahu’alaihi wasallam, seperti Musailamah Al-Kadzab. Dia selalu memusuhi Nabi shalallahu’alaihi wasallam dan sahabat-sahabatnya. Bahkan membuat Qur’an tandingan.

Sebenarnya yang bisa dikatakan sesat itu adalah menyekutukan Allah, syirik. Allah mengharamkan surga dan akan membuat kekal di neraka orang-orang yang menyekutukan-Nya dengan yang lain(lihat Al-Maidah:72). Kecuali orang-orang yang telah bertobat dari kesyirikannya.

Lalu apakah sebenarnya yang lebih berbahaya dari ajaran Qiyadah ini?. Yaitu yang berkebalikan dari Qiyadah, yakni orang-orang yang mengkultuskan Nabi shalallahu’alaihi wasallam. Jika Qiyadah adalah orang yang membenci, maka yang mengkultuskan Nabi shalallahu’alaihi wasallam ini bersikap berlebihan dalam mencintai Nabi shalallahu’alaihi wasallam.

Seperti apa sikap berlebihan ini?, contohnya adalah bertawasul(menjadikan sesuatu sebagai perantara) kepada Nabi sebagai perantara dalam berdo’a. Seperti terlihat dalam shalawat Nariyah. Di dalam shalawat ini terdapat kata-kata “yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta diminta hujan“. Ini adalah bentuk kesyirikan karena meminta kepada selain Allah (lihat Al-Isra’ 56-57). Penjelasan lebih lengkap tentang shalawat nariyah bisa dilihat disini. Juga pada kata-kata dalam barzanji. Sikap berlebihan dalam mencintai ini lebih buruk lagi karena sudah mengarah ke arah syirik. Syirik adalah dosa besar, semoga kita dijauhkan dari syirik dan mati dalam keimanan terhadap Allah. Amin.

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s