Islam

Kemuliaan kaum Anshar

Kemuliaan kaum Anshar

Dari yang saya baca dari buku Sirah Nabawiyah-nya Muhammad Husain Haekal, saya sangat merasa terharu (kalau boleh dibilang menambah kecintaan kita pada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam). Kisahnya yaitu sesudah perang melawan kaum Hawazin di Hunain, ketika itu Mekah baru saja ditaklukkan dan banyak orang-orang musyrik yang masuk Islam.

Setelah keberhasilan mengalahkan kaum Hawazin banyak sekali harta rampasan perang yang diperoleh kaum muslimin. Kemudian harta rampasan itu mulai dibagi-bagikan. Dalam pembagian ini sikap Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam kepada para bangsawan dan pemuka kabilah yang baru masuk Islam tadi sangat bermurah hati dan ramah. Rampasan itu dibagi lima dan seperlimanya dibagikan kepada mereka yang paling sengit memusuhinya dulu ketika mereka belum masuk Islam. Seratus ekor unta diberikan masing-masing kepada Abu Sufyan dan Mu’awiya anaknya, Harith bin’l-Harith b. Kalada, Harith b. Hasyim, Suhail b. ‘Amr, Huwaitib b. ‘Abd’l-‘Uzza, kepada bangsawan-bangsawan dan kepada beberapa pemuka kabilah yang telah mulai lunak hatinya setelah pembebasan Mekah. Tiada seorang dari mereka yang perlu diambil hatinya itu yang tidak dikabulkan segala keperluannya.

Tindakan Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam itu yang membuat kaum Anshar merasakan ketidak-adilan. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam yang mendengar hal ini langsung mengumpulkan mereka dan berbicara pada mereka.

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam: “Saudara-saudara kaum Anshar. Suatu desas-desus berasal dari kamu yang telah disampaikan kepadaku itu merupakan suatu perasaan yang ada dalam hatirnu terhadap diriku, bukan? Bukankah kamu dalam kesesatan ketika aku datang lalu Tuhan membimbing kamu? Kamu dalam kesengsaraan lalu Tuhan memberikan kecukupan kepadamu, kamu dalam permusuhan, Tuhan mempersekutukan kamu?”

Kaum Anshar: “Ya, memang! Tuhan dan Rasul juga yang lebih bermurah hati.”

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam: “Saudara-saudara kaum Anshar. Kamu tidak menjawab kata-kataku?”

Kaum Anshar: “Dengan apa harus kami jawab, ya Rasulullah? Segala kemurahan hati dan kebaikan itu ada pada Allah dan Rasul-Nya juga.”

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam: “Ya, sungguh, demi Allah! Kalau kamu mau, tentu kamu masih dapat mengatakan – kamu benar dan pasti dibenarkan: ‘Engkau datang kepada kami didustakan orang, kamilah yang mempercayaimu. Engkau ditinggalkan orang, kamilah yang menolongmu. Engkau diusir, kamilah yang memberimu tempat. Engkau dalam sengsara, kami yang menghiburmu.’ Saudara-saudara dari Anshar! Adakah sekelumit juga rasa keduniaan itu dalam hati kamu? Dengan itu aku telah mengambil hati suatu golongan supaya mereka sudi menerima Islam, sedang terhadap keislamanmu aku sudah percaya. Tidakkah kamu rela, saudara-saudara Anshar, apabila orang-orang itu pergi membawa karnbing, membawa unta, sedang kamu pulang membawa Rasulullah ke tempat kamu? Demi Dia Yang memegang hidup Muhammad! Kalau tidak karena hijrah, tentu aku termasuk orang Anshar. Jika orang menempuh suatu jalan di celah gunung, dan Anshar menempuh jalan yang lain, niscaya aku akan menempuh jalan Anshar. Allahumma ya Allah, rahmatilah orang-orang Anshar, anak-anak Anshar dan cucu-cucu Anshar.”

Semua itu oleh Nabi diucapkan dengan kata-kata penuh keharuan, penuh rasa cinta dan kasih sayang kepada mereka yang pernah memberikan ikrar, pernah memberikan pertolongan dan satu sama lain saling memberikan kekuatan. Begitu besar keharuannya itu, sehingga orang-orang Anshar pun menangis, sambil berkata, “Kami rela dengan Rasulullah sebagai bagian kami.”

Saya pernah membaca sebuah hadits di Shahih Muslim tentang kisah ini tapi saya dilupakan oleh Allah, mungkin para muhaddits bisa membantu saya menemukannya.


 

 

Standard

One thought on “Kemuliaan kaum Anshar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s