
Visiting Ghamal at Gontor II
9 July, 2008Pertama kali memasuki Gontor II suasananya seperti sekolah-sekolah lain. Padahal ini pondok pesantren. Hanya yang saya anggap ruangan kelas ternyata adalah asrama. Banyak sekali tulisan-tulisan penyemangat ditulis besar-besar di tembok. Jadi teringat waktu dulu di asrama tentara Yonif Linud 503 Mojosari dulu. Alunan mp3 murottal pun mengalun lewat pengeras suara.
Untuk penerimaan santri baru akan diberi waktu adaptasi selama 1 bulan untuk membiasakan diri dengan kehidupan ma’had. Setelah itu akan diadakan tes penempatan. Calon santri paling berprestasi langsung ditaruh di Gontor I, selanjutnya Gontor II, masih di Ponorogo juga. Kemudian Gontor III di Kediri, Gontor IV di Banyuwangi, dan terakhir Gontor V di Semarang. Tapi tidak selamanya santri yang ditempatkan di Kediri misalnya, akan disana terus, karena jika berprestasi akan ditempatkan kembali di Gontor I. CMIIW.
Ma’had ini mempunyai semboyan tegak di atas semua golongan. Dan ini adalah tahun pertama Ghamal, adik saya mondok. Kelas 1 SMP. Jadi inget Harry Potter pertama kali ke Hogwarts. //Jauh amat mbandinginnya. Ini foto-foto oleh-oleh dari sana.

Kamar mandi memanjang. Yang ini khusus untuk tamu. Ada banyak lagi yang lain. Urusan cuci baju juga disini. Untuk mengeringkan disarankan membawa jepit. Di bulan Juni-Juli ini angin bertiup kencang.
Disini hampir tidak mengenal kata setrika. Langsung pakai kalo udah kering. Kecuali bagi yang memilih laundry atau yang sering dikunjungi keluarganya bisa nitip.
Para santri dibangunkan jam 4 pagi. Mandi untuk bangun shalat Subuh. Mungkin ini yang dianggap terberat bagi yang belum terbiasa. Akhirnya di kelas pada ngantuk. Dan seterusnya penuh dengan kegiatan sampai akhirnya tiba waktu tidur kembali jam 10 malam.
Di samping kanan foto ini terdapat kelas-kelas. Kelasnya lebih sederhana daripada asramanya. Tapi saya lihat juga ada beberapa ruangan kelas yang sudah berkeramik. Semua tentang fasilitas, ya karena saya tidak pernah mondok sih hi hi…


Waktunya sholat Dhuhur. Disini jadwal sholat Dhuhur mengikuti jadwal pelajaran. Sekitar jam 12.30. Artinya tidak mengikuti jadwal shalat abadi. Para santri pun berduyun-duyun menuju masjid Jami’.
Setelah sampai di masjid beberapa ustadz mengatur barisan anak-anak agar lurus dan rapat. Sambil menunggu iqomat, pujian pun dilantunkan. Ya, seharusnya memang tidak perlu.
Selepas shalat Dhuhur saya agak heran melihat tas-tas kecil hijau yang bergeletakan di serambi masjid. Tas-tas itu bertuliskan nama-nama para santri.
Baru saya tahu kalo itu tas untuk sandal. Tiap angkatan punya warna berbeda. Kirain tas untuk buku. Ternyata tas untuk buku ada sendiri. Warnanya item.
Sepeda ‘jengki’ yang terlihat disini digunakan para ustadz. Mereka akan kembali mengajar menggunakan pakaian kantoran dengan jas berdasi dan sepatu mengkilat (wuik..kantorku aja kalah) sambil naik sepeda ‘jengki’ ke kelas. Heran, padahal kompleksnya tidak terlalu besar.
Waktu habis sholat Dhuhur ini adik saya menemukan sebuah sajadah jatuh. Ceroboh sekali anak-anak kecil itu. Tapi Ghamal juga kehilangan sajadah juga sih. Untuk alasan itu pakaian2nya semua dibordir dengan namanya sendiri agar ketika dijemur tidak tertukar.
Nah, ini kantinnya. Sederhana ya?. Ada beberapa kantin terletak tersebar disana. Saya mengantri beli makanan dengan santri-santri muda itu.
Bukan mengantri sebenarnya tapi berebut pingin dilayani duluan. Kalo siang memang rame kata Ghamal. Tapi kalo pagi sepi. Hampir 15 menit lebih saya menunggu dilayani. Gak mau kalah deh sama anak-anak itu.
OK segitu dulu, mengantuk sekali. Sukses buat Ghamal, semoga berguna ilmumu kelak.
waah.. jadi inget saya hampir dimasukin Gontor thn 1993 sama ortu.. tapi waktu itu saya nangis2 gak mau karena takut dgn cerita orang kalo pesantren itu ‘bgini-bgitu’.. ck3x *ngerasa bego*.
smoga adiknya bisa jadi pejuang Islam yg bertakwa dan berilmu..
Amin-amin, terimakasih atas doanya Mbak dhana.
FYI all, my little brother Ghamal Alhamdulillah udah lulus penempatan dan akan mondok di Gontor II.
Terimakasih doanya sekalian,
PERJUANGAN BAGI ADIMU BARU DI MUALI. GONTOR 2 TIDAK ADA APA-APA NYA…
SALAM HANGAT
seseorang yang pernah mengenyam gontor
Salam. Anak saya kepingin belajar di Gontor. Kami ingin melawat dulu pasentren ini. Bolehkah berikan alamat lengkap dan adakah saya perlu menaiki pesawat dari Kuala Lumpur, langsung ke Solo Airport. Begitu ke caranya atau ada cara lain kalau saya datang dari Kuala Lumpur, Malaysia. Terima kasih kalau bisa bantu.
Wow ternyata Gontor itu seperti itu ya?
Anang SB wrote :
asKum gNtor , ,
aNk gNtor 6 ne, , ,(dketNa) , ,
Lam wat ustzh. Zahro, , ,dMantingan 1, , ,
miss u, , ,
Utk Ibu fizza, lebih baik menuliskan salam kepada saudaranya secara lengkap. kan gratis
ank sy awal juni kmrn br msk bimbingan di gontor 2. tp br aja sy denger berita klo dia sakit. aduh..hati ini was2 jadinya. bpknya lgs nengok kesana. sy cuma bisa mendoakan, smoga dia cpt sembuh, dan bisa segera mengikuti pelajaran lagi. amin.
ass.,.,.,.,saya mantan siswa gontor 2 .,.,.,.,
saya mau nompang tanya.,.,., santri yang bernama ; yahya alam syah ..,.,.,.,anak semarang .,.,.,di gedung dekat tempat ambil air minum .,.,.,.,.,tahun ajaran 2007-2008 lulus ke gontor mna ? saya kakak nya dari padang .,.,.,., udah lama gak ada dapat kabar dari dia .,.,.,.,. mohon bantuannya ya .,.,.,., kalau ketemu bisa di kasih tau ke no 081374480190
trima kasih banyak
mohon bantuannya
taufiq rahman umar
gedung utama
kamar 108
@m.taufiq rahman umar InsyaAllah saya akan tanyakan ke adik saya Ghamal
ternyata sayatak dapat kebahagian selain di gontor
karna saya mendapat adik yang bernama ; yahya alamsya
dan mendapatteman yang ok .,.,.,
bina ; bandung
husain ; bali
febri ; bandunk
jajang ; cilacap
afif; nangro aceh dan banyak yang lain .,.,.,
emang penyasal;an datang belakangan .,.,.,.,.,
semoga kalian tak sama seperti saya .,.,.,.
lanjutkan perjuangan kalian
bersemanget lah kalian .,.,.,
harapan orang tua terletak pada kalian
Last update:
Thn. ajaran 09/10 ini Ghamal mulai mempelajari arab gundul. Mengeluh deh.Saya juga baru tahu kalo handuknya ganti dengan kanebo. Jadi praktis, habis pakai langsung bungkus. Sakit gatal di kulit kakinya juga mulai berkurang.
Last update:Thn. ajaran 09/10 ini Ghamal mulai mempelajari arab gundul. Mengeluh deh.Saya juga baru tahu kalo handuknya ganti dengan kanebo. Jadi praktis, habis pakai langsung bungkus.Sakit gatal di kulit kakinya juga mulai berkurang.