Archive for July, 2008

h1

Air. Jamrud Biru yang berpahala.

27 July, 2008

TV 54 20080727 142329

Snapshot diatas diambil dari acara World From Above di Metro TV. Subhanallah ada kebun dan lahan gandum di tengah-tengah padang pasir yang tandus. Letaknya di Jordania. Jika dipikir secara logika tidak mungkin tanaman bisa tumbuh subur.

Darimana airnya?. Padahal tidak ada sungai bahkan aliran irigasi di sekitarnya. Ternyata airnya didapat dari suatu lapisan dari dalam tanah yang terbentuk jutaan tahun lalu. Boleh dibilang air primitif, jadi merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbarui.

Tidak jelas dimana letak sumber air tersebut dipompa dan bagaimana. Letaknya mungkin ada di tengah-tengah lingkaran tersebut.

Kebun tersebut membantu rakyat Jordan dari ketergantungan gandum negara lain.

Ada juga cerita dari Israel. Para peneliti disana berusaha membuat hutan di padang pasir yang tandus. Pohon-pohon ditanam rapi berpetak-petak dengan luas ribuan hektar. Mereka mendatangkan berbagai macam jenis pohon dari seluruh dunia yang dapat beradaptasi dengan air payau yang dipompa dari dalam padang pasir tersebut. Pohon-pohon yang hanya membutuhkan beberapa kubik liter air per tahunnya. Yang favorit adalah suatu jenis kaktus berbuah kuning dan mengandung air di dalamnya.

Para peneliti itu mengatakan tujuan mereka membuat hutan adalah untuk mendinginkan tanah. Jika tanah telah dingin maka itu akan memanggil awan hujan. Tanah yang subur pun akan terbentuk untuk kemudian memperluas hutan dan mengurangi global warming. Pohon adalah elemen penting untuk mengurangi dampak global warming. Jika sepertiga bumi adalah hutan, kita tidak perlu khawatir terhadap global warming, begitu kata mereka.

Tapi mereka juga sadar tidak semua padang pasir bisa disulap menjadi hutan. Di dalam alam ada keseimbangan. Untuk merubah gurun Sahara menjadi hutan juga diluar kekuasaan mereka.

Kenapa saya menyebutkan judul air, jamrud biru yang berpahala?. Ya, karena air di bagian dunia lain adalah barang langka. Yang hanya turun melalui hujan dalam waktu 2 bulan, setelah itu musim kering kembali. Walaupun begitu masih tetap dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam bawang.

Berpahala karena jika kita mengolah air dengan baik dan bersedekah dari apa yang kita hasilkan dari pengolahan air tersebut maka Allah akan menolong kita. Seperti disebutkan dalam hadits riwayat Muslim berikut ini.

Dan dari Abi Hurairah radiyallahu’anh ia berkata : Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda : “Ketika seseorang berada di sebuah padang luas, tiba-tiba ia mendengar suara dari sebuah awan, ‘Siramilah kebun si fulan’. Lalu awan itu menjauh, kemudian mencurahkan airnya di tanah bebatuan hitam. Ternyata ada satu saluran air dari saluran-saluran itu yang telah penuh dengan air, maka dia menelusuri air itu, ternyata ada seorang laki-laki yang berada di kebunnya sedang memindahkan air dengan cangkulnya.

Maka ia berkata kepada orang itu : ‘Wahai Hamba Allah! Siapakah nama anda?’. Orang itu menjawab: ‘Fulan’, nama yang didengarnya dari awan. Orang itu balik bertanya kepadanya : ‘Wahai Hamba Allah! Mengapa anda menanyakan namaku?’. Ia berkata : ‘Aku mendengar pada awan yang ini adalah airnya sebuah suara yang mengatakan : ‘Siramilah kebun si Fulan’, yaitu nama anda, apa yang anda perbuat pada kebun ini?’.

Ia menjawab : ‘Karena anda telah mengatakan ini maka aku akan mengatakannya, sesungguhnya aku memperhatikan pada apa yang dihasilkannya, lalu sepertiganya aku sedekahkan, sepertiga lagi aku makan bersama keluarga, dan sepertiga lagi aku kembalikan ke kebun ini’.” (Diriwayatkan oleh Muslim).

Sungai yang dibuatkan saluran airnya juga dapat menjadi amal dan kebaikan seorang mukmin yang akan dijumpainya setelah kematian. (Riwayat Ibnu Majah dalam Shahih Ibnu Majah oleh Al Albani).

Dan Sa’ad bin Ubadah radiyallahu’anh ia berkata : Aku berkata : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, sedekah yang bagaimana yang paling utama?” Beliau bersabda : “Air.” Lalu ia menggali sumur, lantas ia berkata : “Sumur ini adalah milik ibu Sa’ad.” (Hadits Hasan riwayat Abu Daud, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Nasa’i).

Dan dari Jabir radiyallahu’anh bahwasanya Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa yang menggali (sumur) air, tidaklah makhluk dari jin, manusia, tidak juga burung yang meminum darinya melainkan Allah memberinya pahala pada hari kiamat.” (Riwayat Ibnu Hibban. Shahih dalam Shahih at Thargib oleh Al Albani).

Dan dari Ali bin al Hasan bin Syaqiq, ia berkata : Aku mendengar Ibnu al Mubarak saat ditanya seseorang : “Wahai Abu Abdarrahman, luka bernanah keluar pada lututku semenjak tujuh tahun, aku telah mengobatinya dengan beragam pengobatan dan telah berkonsultasi kepada beberapa dokter namun aku tidak mengambil manfaat dengannya.”

Abdullah berkata : “Pergilah, dan lihatlah sebuah tempat yang orang-orang disana membutuhkan air, lalu engkau menggali sumur disana, karena aku berharap disana muncul mata air dan (itu bisa) menahan (keluarnya) darah darimu.” Maka orang itu pun melakukannya dan ternyata sembuh. (Ensiklopedi Pahala, bab Shadaqah, oleh Syaikh Syarafuddin bin Khalaf ad-Dimyati).

h1

Snapshot MotoGP Laguna Seca 2008

22 July, 2008

TV 56 20080721 045544

Welcome to Laguna Seca USA.

TV 56 20080721 041726

‘The Doctor’ start the race perfectly.

TV 56 20080721 042844

Wow..5 star race.

TV 56 20080721 045440

Sorry, Stoner. The true world champ win the stress.

TV 56 20080721 044510

TV 56 20080721 044706

First time defeat Laguna Seca.

TV 56 20080721 045408

And Vermeulen Rizla Suzuki made a surprise again in 3rd position.

h1

Visiting Ghamal at Gontor II

9 July, 2008

Pertama kali memasuki Gontor II suasananya seperti sekolah-sekolah lain. Padahal ini pondok pesantren. Hanya yang saya anggap ruangan kelas ternyata adalah asrama. Banyak sekali tulisan-tulisan penyemangat ditulis besar-besar di tembok. Jadi teringat waktu dulu di asrama tentara Yonif Linud 503 Mojosari dulu. Alunan mp3 murottal pun mengalun lewat pengeras suara.

Untuk penerimaan santri baru akan diberi waktu adaptasi selama 1 bulan untuk membiasakan diri dengan kehidupan ma’had. Setelah itu akan diadakan tes penempatan. Calon santri paling berprestasi langsung ditaruh di Gontor I, selanjutnya Gontor II, masih di Ponorogo juga. Kemudian Gontor III di Kediri, Gontor IV di Banyuwangi, dan terakhir Gontor V di Semarang. Tapi tidak selamanya santri yang ditempatkan di Kediri misalnya, akan disana terus, karena jika berprestasi akan ditempatkan kembali di Gontor I. CMIIW.

Ma’had ini mempunyai semboyan tegak di atas semua golongan. Dan ini adalah tahun pertama Ghamal, adik saya mondok. Kelas 1 SMP. Jadi inget Harry Potter pertama kali ke Hogwarts. //Jauh amat mbandinginnya. Ini foto-foto oleh-oleh dari sana.

IMG 1116IMG 1115Kamar mandi memanjang. Yang ini khusus untuk tamu. Ada banyak lagi yang lain. Urusan cuci baju juga disini. Untuk mengeringkan disarankan membawa jepit. Di bulan Juni-Juli ini angin bertiup kencang.

Disini hampir tidak mengenal kata setrika. Langsung pakai kalo udah kering. Kecuali bagi yang memilih laundry atau yang sering dikunjungi keluarganya bisa nitip.

Para santri dibangunkan jam 4 pagi. Mandi untuk bangun shalat Subuh. Mungkin ini yang dianggap terberat bagi yang belum terbiasa. Akhirnya di kelas pada ngantuk. Dan seterusnya penuh dengan kegiatan sampai akhirnya tiba waktu tidur kembali jam 10 malam.

Di samping kanan foto ini terdapat kelas-kelas. Kelasnya lebih sederhana daripada asramanya. Tapi saya lihat juga ada beberapa ruangan kelas yang sudah berkeramik. Semua tentang fasilitas, ya karena saya tidak pernah mondok sih hi hi…

IMG 1118

IMG 1119

Waktunya sholat Dhuhur. Disini jadwal sholat Dhuhur mengikuti jadwal pelajaran. Sekitar jam 12.30. Artinya tidak mengikuti jadwal shalat abadi. Para santri pun berduyun-duyun menuju masjid Jami’.

Setelah sampai di masjid beberapa ustadz mengatur barisan anak-anak agar lurus dan rapat. Sambil menunggu iqomat, pujian pun dilantunkan. Ya, seharusnya memang tidak perlu.

IMG 1120Selepas shalat Dhuhur saya agak heran melihat tas-tas kecil hijau yang bergeletakan di serambi masjid. Tas-tas itu bertuliskan nama-nama para santri.

IMG 1122Baru saya tahu kalo itu tas untuk sandal. Tiap angkatan punya warna berbeda. Kirain tas untuk buku. Ternyata tas untuk buku ada sendiri. Warnanya item.

Sepeda ‘jengki’ yang terlihat disini digunakan para ustadz. Mereka akan kembali mengajar menggunakan pakaian kantoran dengan jas berdasi dan sepatu mengkilat (wuik..kantorku aja kalah) sambil naik sepeda ‘jengki’ ke kelas. Heran, padahal kompleksnya tidak terlalu besar.

Waktu habis sholat Dhuhur ini adik saya menemukan sebuah sajadah jatuh. Ceroboh sekali anak-anak kecil itu. Tapi Ghamal juga kehilangan sajadah juga sih. Untuk alasan itu pakaian2nya semua dibordir dengan namanya sendiri agar ketika dijemur tidak tertukar.

IMG 1129Nah, ini kantinnya. Sederhana ya?. Ada beberapa kantin terletak tersebar disana. Saya mengantri beli makanan dengan santri-santri muda itu.

Bukan mengantri sebenarnya tapi berebut pingin dilayani duluan. Kalo siang memang rame kata Ghamal. Tapi kalo pagi sepi. Hampir 15 menit lebih saya menunggu dilayani. Gak mau kalah deh sama anak-anak itu.

OK segitu dulu, mengantuk sekali. Sukses buat Ghamal, semoga berguna ilmumu kelak.

h1

Siapa yang bisa menyelamatkan kita di akhirat kelak?

8 July, 2008

Dari sebuah kajian ustadz Thoyib telah sampai berita dari Ampel, bahwa jika ada seorang Habib (istilah umum di negeri kita untuk seorang keturunan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang meninggal, maka tanah di sebelah kuburannya akan diperjual belikan.

Tujuannya yaitu karena mereka percaya sang Habib tadi dapat menyelamatkan orang-orang yang berada di dekatnya, baik itu keluarga, saudara, teman bahkan orang-orang yang dekat dengan kuburannya dari pengadilan Allah. Naudzubillah.

Padahal Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tidak bisa menyelamatkan putrinya sendiri, Fatimah, dari siksa Allah. Apalagi kita yang hanya manusia biasa. Hanya amal, sedekah dan doa anak sholeh yang bisa menambah pahala kita, dan membantu kita dalam hisab di akhirat kelak.

Abu Hurairah berkata: “Ketika Allah menurunkan ayat Wa andzir ‘asyiaratakatul aqrabin (peringatkanlah kerabat-kerabatmu yang terdekat), Rasulullah saw. berdiri lalu berkata: ‘Hai orang-orang Quraisy, belilah diri kalian, aku tidak bisa membantu kalian dari siksa Allah sedikit pun. Hai Bani Abdi Manaf, aku tidak bisa membantu kalian dari siksa Allah sedikit pun. Wahai Abbas bin Abdul Muttalib, aku tidak bisa membantumu dari siksa Allah sedikit pun. Wahai Shafiyyah, bibi Rasulullah, aku tidak bisa membantumu dari siksa Allah sedikit pun. Wahai Fatimah binti Muhammad, mintalah sesukamu uang/hartaku, tetapi aku tidak bisa membantumu dari siksa Allah sedikit pun.’” (HR Bukhari dan Muslim).