Archive for December 28th, 2007

h1

Membuka file .docx dengan Office 2003

28 December, 2007

Saya sempat lupa kalau file Office 2007, yaitu .docx tidak bisa dibuka Office 2003 atau versi sebelumnya. Setelah googling, ketemu link untuk mendownload converternya disini. Besarnya sekitar 24 mb.

Setelah menginstall, file .docx tetap saya buka menggunakan Office 2003. Dari progress di status bar Word 2003 kelihatan ada proses convert, dan file-pun bisa dibuka.

h1

Saatnya nambal gigi

28 December, 2007

Sebelum lebaran idul fitri kemarin saya siap-siap menyambut makanan yang lezat-lezat. Salah satunya dengan menambal gigi geraham saya. Gigi yang mau saya tambal itu sebenarnya dulunya sudah ditambal. Memakai bahan seperti logam berwarna perak.Tapi karena menggigit makanan yang keras akhirnya jebol deh tambalannya, menyisakan lubang ‘deep impact’ yang cukup ngeri. Sebelum ke dokter gigi saya sudah membayangkan bor yang berbunyi nyaring, bekerja memberantas kotoran-kotoran di lubang dan sesekali menyentuh saraf gigi, ngiiiiiiing…., dan memang terjadi.

Sang dokter mengatakan untung belum terlambat periksanya.Karena kalo sudah terlihat akar gigi akan lebih lama lagi perawatannya. Gigi itupun ditambel sementara untuk kemudian seminggu lagi ditambal permanen.

Sang dokter juga memeriksa seluruh gigi saya. Hasilnya ada lubang kecil di gigi taring kiri atas. Mana ane tau kalo ada lubang disana?di atas sih. Apalagi ga pernah ada keluhan sakit. Kemudian gigi itupun sekalian ditambal permanen. Kali ini menggunakan bahan seperti pasta berwarna putih. Tapi bukan putihnya odol, tapi mungkin lebih ke putih gading.

Tapi setelah melihat hasilnya memang mirip dengan warna gigi aslinya (ketauan ya kalo giginya ga terawat, kuning, penuh dengan plak, makanya buat adik-adik yang masih kecil rajin-rajin deh sikat gigi).

Setelah pasta dioleskan ke gigi yang berlubang, dokterpun melanjutkan penyinaran menggunakan alat berbentuk pistol sinar . Sinarnya berwarna ungu. Penyinarannya seperti ada ukuran waktunya, karena saya mendengar bunyi tiit kemudian dokterpun menyudahi penyinaran tersebut.

Setelah selesai semuanya saya bertanya apa gunanya sinar itu, jawab dokter sih buat merekatkan pasta ke pori-pori. Jadi bukan hanya menambal saja tapi juga nempel ke pori-pori gigi atau geraham yang tersisa di sekitar lubang. Ooo gitu.

Karena saya menambal malam hari setelah taraweh, dokter menyarankan agar kalo mau makan nanti saja nunggu sahur. Sekalian memberi waktu untuk tambalan sementaranya kuat. Kalo tambalan permanennya mah kuat, bisa langsung dibuat makan.

Setelah seminggu kemudian, ditambal permanen deh. Prosesnya sama juga pake sinar. Tapi saya kali ini menyempatkan juga mengeluh tentang bagian luar gigi yang terasa sengkring –sengkring gitu-lah istilahnya, ngilu, kalo buat minum air dingin ato buat kumur.

Setelah dokter memeriksa katanya saya salah sikat giginya. Salahnya waktu sikatan, geraham atas saya juga saya sikat dengan arah ke atas. Lama-lama gerahamnya kalah dan menyibakkan.. halah..pokoknya membuat akar gigi atas terlihat sedikit. Akar gigi itulah yang membuat ngilu. Saya disarankan untuk menambal permanen bagian yang terlihat akar giginya tersebut. Ya udah, keluar deh duit 100 ribu lagi. Selesai masalah tambal menambal. Makanpun jadi lebih nyaman.

h1

Balik Surabaya, ah … banjir mana-mana

28 December, 2007

Perjalanan balik dari Madiun ke Surabaya tidak saya lalui menggunakan motor. Masih ujan euy, walaupun cuma kletik takutnya di jalan deres lagi, takut banjir juga, ato ada kecelakaan, pohon tumbang, resiko deh. Akhirnya naik bis, motor saya tinggal di rumah. Di bis orang-orang pada terheran-heran dengan ketinggian kali Bengawan Solo yang memang luar biasa.

Saya juga baru tahu imbasnya. Kali-kali kecil yang bermuara ke bengawan tidak dapat mengalirkan airnya. Akhirnya di sekitar bengawan jadi banjir. Kota Madiun-pun terkena imbasnya. Bahkan Ibu saya yang lebih lama tinggal di Madiun belum pernah melihat banjir seperti ini. Geleng-geleng, apakah karena illegal logging?.

Benar yang saya feeling-kan, halah. Kota Jombang terkena banjir karena tanggul yang jebol. Tepatnya sebelum masuk kawasan pasar Jombang yang baru saja terbakar beberapa bulan kemarin. Sungai-sungai yang sempat dilewati memang ketinggiannya lebih dari biasanya. Lalu lintas yang menuju arah Madiun, macet dari Jombang sampai Trowulan. Alhamdulillah perjalanan ke Surabaya lancar.